Berita Terbaru

KEGIATAN DAU SG PENYULUHAN DAN PRAKTEK PENGOLAHAN KOPI DI KELOMPOK TANI HUTAN MORAWALI DESA BEAPAWE
09 Dec 2025
by UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo
UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo

KEGIATAN DAU SG PENYULUHAN DAN PRAKTEK PENGOLAHAN KOPI DI KELOMPOK TANI HUTAN MORAWALI DESA BEAPAWE


Bajawa, 07 November 2025 — UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus praktik pembuatan kopi pada tanggal 07-08 November 2025 sebagai upaya meningkatkan keterampilan petani dalam pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya komoditas kopi yang menjadi salah satu produk unggulan wilayah Kelompok Tani Hutan Morawali.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota KTH Morawali,  serta pendamping penyuluh kehutanan. Kegiatan dibuka oleh Kepala UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, sekaligus memberikan sapaan dan menyampaikan peran pemerintah tehadap ekonomi masyarakat dengan pendekatan Perhutanan Sosial.

Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik budidaya kopi yang berkelanjutan, cara panen selektif untuk menjaga kualitas biji, serta pentingnya pengolahan pascapanen yang tepat agar nilai jual kopi meningkat. Kegiatan ini menggandeng narasumber dari  Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Bajawa yang diwakili oleh bapak Rikard Nuga.

Kehadiran MPIG Kopi Bajawa Karena Indikasi Geografis (IG) adalah bentuk perlindungan hukum yang memastikan bahwa kopi Bajawa:

  • Memiliki kualitas yang terjamin,

  • Tidak bisa dipalsukan oleh daerah lain,

  • Mendapat nilai jual lebih tinggi,

  • Menjadi identitas ekonomi dan kebanggaan masyarakat Ngada.

Penyuluhan oleh MPIG Bajawa mengenai pentingnya menjaga mutu kopi melalui penerapan standar Indikasi Geografis. Materi meliputi teknik budidaya ramah lingkungan, ketepatan waktu panen, serta penanganan pascapanen yang sesuai standar untuk menghasilkan cita rasa kopi terbaik. Narasumber juga menekankan bahwa perlindungan Indikasi Geografis tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga memperkuat posisi kopi lokal di pasar regional maupun nasional.

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kopi bersama anggota kelompok tani. Peserta mempelajari proses penjemuran, pengupasan, penyangraian (roasting), hingga cara penyeduhan sederhana yang dapat dilakukan dengan peralatan desa. MPIG Baawa turut memberikan demonstrasi teknik roasting yang menjaga aroma dan konsistensi rasa.

Ketua KTH Morawali menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dari MPIG Bajawa. Kegiatan ini sangat membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas kopi melalui standar yang diakui. Kami berharap para anggota dapat menerapkannya untuk menghasilkan kopi unggulan Beapawe,” ungkapnya.

Perwakilan MPIG Bajawa menambahkan bahwa pendampingan seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai nilai kopi lokal. Kami ingin memastikan bahwa petani dapat melihat manfaat nyata dari pengolahan yang benar—bukan hanya dari sisi kualitas, tetapi juga harga jual,” ujar narasumber dalam sesi diskusi.

Setelah sesi materi, peserta langsung mengikuti praktik pembuatan kopi, mulai dari proses penjemuran, pengupasan, penyangraian (roasting), hingga teknik penyeduhan sederhana. Pendamping kegiatan memperkenalkan metode sangrai tradisional maupun semi-modern agar petani dapat memilih teknik yang sesuai dengan peralatan yang tersedia di Kelompok Tani Hutan Morawali.

Ketua KTH Morawali menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam menghasilkan kopi berkualitas. Kami berharap setelah pelatihan ini, petani tidak hanya menjual buah kopi mentah, tetapi bisa mengolahnya hingga bernilai lebih tinggi,” ujarnya.

Penyuluh dari kehutanan menambahkan bahwa peningkatan keterampilan pengolahan kopi dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Beapawe. Selain meningkatkan pendapatan, pengolahan mandiri juga membantu memperkuat identitas kopi lokal sebagai produk khas Ngada, Ujar Ibu Arlin Igo.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini,Kelompok Tani Hutan Morawali diharapkan semakin siap mengembangkan potensi kopi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu.

 

Salam Rimba Raya

posted by Maria Stephani Aliandu

Jul
16
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan

PAMERAN PRODUK HUTAN DI WAINGAPU – SUMBA TIMUR

Dec
09
UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo

KEGIATAN DAU SG PENYULUHAN DAN PRAKTEK PENGOLAHAN KOPI DI KELOMPOK TANI HUTAN MORAWALI DESA BEAPAWE

Nov
12
UPTD KPH Wilayah Kabupaten Sumba Timur

Pendidikan dan Pelatihan Pengolahan Singkong Kepada KUPS Kenanga di Desa Umalulu

Dec
04
UPTD KPH Wilayah Kabupaten Sumba Timur

Pendidikan dan Pelatihan Pengolahan Singkong kepada KUPS Tunas Baru di Desa Praimbana