Berita Terbaru
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DI KTH TUKALOPI
Bajawa, 10 November 2025, Kegiatan dalam rangka pendidikan dan pelatihan kapasitas kelembagaan di Kelompok Tani Hutan Tuka Lopi desa Dizi Gedha, kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada diadakan dalam menyukseskan Dana Alokasi Umum (DAU) Spesific grant (SG) yang diprogramkan oleh pemerintah. Kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga dalam rangkaian Pendidikan dan Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat struktur organisasi, meningkatkan pengetahuan anggota, serta mendorong pengelolaan sumber daya hutan yang lebih profesional dan berkelanjutan lewat pengolahan kopi biji menjadi produk siap dipasarkan. Acara pelatihan dihadiri oleh perwakilan UPTD KPH Wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo, pendamping penyuluh, aparat desa, serta para anggota KTH Tukalopi. Dalam sambutannya,narasumber pelatihan menekankan pentingnya kelembagaan yang kuat dalam keberhasilan program perhutanan sosial.
Fungsi Kelompok Tani Hutan sebagai media untuk Pembelajaran masyarakat, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Pemecahan permasalahan, Kerjasama dan gotong royong, Pengembangan usaha produktif, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan, Peningkatan kepedulian terhadap kelestarian hutan dimana kegiatan ini yang dilaksanakan dimaksudkan sebagai pengembangan usaha produktif untuk mensejahterahkan ekonomi anggota Kelompok Tani Hutan Tukalopi.
Kegiatan KTH dilaksanakan prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, saling memperkuat antar anggota KTH dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan kegiatan/usaha, yang diharapkan melalui penyuluhan dan praktek pembuatan kopi, Kelompok Tani menjadi lebih terpacu untuk melaksanakan kegiatan usaha ekonomi produktif.
Scoring penilaian Kelembagaan di dasarkan kepada Legalitas kelompok (SK Ketua, AD/ART, daftar anggota), Struktur organisasi berjalan, Rapat rutin dan notulensi, Peran aktif anggota, Kemitraan kelembagaan, Perencanaan administrasi dengan indikator rencana kerja jangka pendek/menengah, Administrasi keuangan transparan, Pembukuan kegiatan, serta dokumen-dokumen teknis. Kegiatan Usaha/Produksi yang meliputi jenis usaha (HHBK, agroforestry, jasa lingkungan, dll.), Produksi dan pemasaran, Manfaat ekonomi bagi anggota, Inovasi usaha, Keberlanjutan kegiatan. Partisipasi dan Dampak Sosial yang meliputi Partisipasi aktif anggota dalam kegiatan, Peningkatan kapasitas anggota, Keterlibatan perempuan/pemuda, Dampak sosial di desa, Kegiatan konservasi dan lingkungan.
Diharapkan setelah kegiatan berlangsung Kelompok Tani Hutan Morawali dapat peningkatan kelas ataupun bobot scoring menjadi naik/bertambah. Turut hadir narasumber dari MPIG yaitu Bapak Rikardus Nuga yang merupakan ketua sekaligus penjaga mutu kopi Bajawa yang telah mendunia sebagai kopi dengan cita rasa yang khas.
Kegiatan praktek berlangsung pada tanggal 11 November 2025 dengan menggunakan peralatan yang telah dibagikan sebelumnya. Alat Ekonomi Produktif (AEP) yang telah diserahkan sebelumnya membantu mempercepat proses pengolahan kopi dan menjadi semangat baru penggerak bagi Kelompok Tani Hutan Morawali. Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama dengan panitia dan stakeholder yang hadir.
Salam Rimba Raya,
posted by Maria Stephani Aliandu
LOKAKARYA PEMBAHASAN DRAFT KAJIAN POTENSI PAD PROVINSI NTT
KEGIATAN PENYERAHAN ALAT EKONOMI PRODUKTIF DAN SURAT KEPUTUSAN PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA BELA
Penyerahan LHP BPK Semester II Tahun 2025 kepada Pemerintah Provinsi NTT